Fenomena Langka: Aurora Borealis Diprediksi Terlihat Hingga Wilayah Selatan Malam Ini

AI-assistedNewsFrasa

4 Min to read

Malam ini, pengamat langit di berbagai belahan dunia berpeluang menyaksikan fenomena alam yang spektakuler. Aurora borealis atau cahaya utara diprediksi akan terlihat hingga wilayah yang lebih selatan dari biasanya, memberikan kesempatan langka bagi jutaan orang untuk menikmati pertunjukan cahaya alami yang memukau ini.

a green and blue sky filled with lots of stars

Image Illustration. Photo by Kedar Gadge on Unsplash

Fenomena ini terjadi akibat aktivitas badai geomagnetik yang intens, yang dipicu oleh semburan massa korona matahari (CME) yang mencapai atmosfer Bumi. Menurut prediksi meteorologi ruang angkasa, aurora kali ini dapat terlihat hingga lintang yang jauh lebih rendah dari kondisi normal.

Penyebab Aurora Meluas ke Selatan

Aurora terbentuk ketika partikel bermuatan dari matahari berinteraksi dengan medan magnet dan atmosfer Bumi. National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melaporkan bahwa badai geomagnetik dengan tingkat keparahan G3 hingga G4 sedang berlangsung, yang memungkinkan aurora terlihat hingga garis lintang 50-45 derajat utara.

Dr. Tamitha Skov, meteorolog ruang angkasa, menjelaskan bahwa aktivitas matahari saat ini berada dalam fase maksimum siklus solar 25. "Dalam kondisi normal, aurora hanya terlihat di wilayah kutub, namun ketika terjadi badai geomagnetik kuat, medan magnet Bumi mengalami gangguan yang memungkinkan partikel bermuatan mencapai atmosfer di lintang yang lebih rendah," ungkapnya melalui Space Weather Woman.

Wilayah yang Berpeluang Melihat Aurora

Berdasarkan peta prediksi aurora dari Space Weather Prediction Center, beberapa wilayah yang biasanya tidak dapat menyaksikan aurora kali ini memiliki peluang besar:

  • Amerika Utara: Sebagian besar Kanada, Alaska, dan negara bagian AS utara seperti Minnesota, Wisconsin, Michigan, Maine, dan Washington

  • Eropa: Skandinavia, Skotland, Irlandia Utara, dan bahkan bagian utara Inggris dan Jerman

  • Asia: Siberia, bagian utara Rusia, dan wilayah kutub

Menurut data historis dari University of Alaska Fairbanks, kejadian aurora yang terlihat hingga lintang 45 derajat utara hanya terjadi sekitar 10-15 kali dalam setahun, menjadikan peristiwa malam ini cukup istimewa.

Waktu dan Kondisi Optimal Pengamatan

Para ahli merekomendasikan pengamatan dilakukan mulai pukul 22.00 waktu setempat hingga dini hari. Aurora paling baik diamati di area dengan polusi cahaya minimal, jauh dari perkotaan. National Geographic menyarankan mencari lokasi dengan langit cerah dan arah pandang ke utara.

Intensitas aurora diprediksi mencapai puncaknya antara pukul 00.00-03.00 waktu setempat. Fotografer dan pengamat disarankan menggunakan kamera dengan pengaturan ISO tinggi dan eksposur panjang untuk menangkap cahaya aurora yang mungkin tidak kasat mata secara langsung.

Dampak Badai Geomagnetik Lainnya

Selain menghadirkan pertunjukan aurora yang spektakuler, badai geomagnetik kuat juga dapat menimbulkan dampak pada teknologi. Federal Aviation Administration (FAA) telah mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan mengenai potensi gangguan komunikasi radio dan sistem navigasi GPS.

Operator satelit juga telah mengambil langkah-langkah preventif untuk melindungi perangkat mereka. Berdasarkan data dari European Space Agency (ESA), badai geomagnetik dengan intensitas G3-G4 dapat menyebabkan gangguan sementara pada sistem komunikasi satelit dan jaringan listrik di wilayah lintang tinggi.

Tips Mengamati Aurora Borealis

Bagi pengamat pemula, beberapa tips dari American Astronomical Society dapat membantu memaksimalkan pengalaman pengamatan:

  1. Cari lokasi dengan langit gelap, jauh dari polusi cahaya kota

  2. Berikan waktu 20-30 menit bagi mata untuk beradaptasi dengan kegelapan

  3. Arahkan pandangan ke utara dan sedikit ke atas dari horizon

  4. Gunakan aplikasi seperti Aurora Alerts untuk mendapat notifikasi real-time

  5. Bersiaplah dengan pakaian hangat karena pengamatan memerlukan waktu lama di luar ruangan

Peluang Langka yang Patut Dimanfaatkan

Fenomena aurora yang terlihat hingga wilayah selatan merupakan peluang langka yang tidak boleh dilewatkan. Smithsonian Institution mencatat bahwa kejadian serupa terakhir kali terjadi pada Oktober 2021, ketika aurora terlihat hingga Virginia dan North Carolina di Amerika Serikat.

Dengan siklus aktivitas matahari yang mencapai puncaknya, para astronom memperkirakan frekuensi badai geomagnetik akan meningkat dalam 1-2 tahun ke depan. Namun, intensitas dan cakupan geografis setiap kejadian tetap tidak dapat diprediksi dengan pasti, menjadikan setiap peluang pengamatan sebagai momen yang berharga.

Bagi mereka yang berada di wilayah berpeluang tinggi, malam ini menawarkan kesempatan emas untuk menyaksikan salah satu fenomena alam paling menakjubkan di planet ini. Aurora borealis bukan hanya pertunjukan cahaya yang memukau, tetapi juga pengingat akan keterkaitan kompleks antara Bumi, atmosfer, dan aktivitas matahari yang terus membentuk kehidupan di planet kita.

You've reached the juicy part of the story.

Sign in with Google to unlock the rest — it takes 2 seconds, and we promise no spoilers in your inbox.

Free forever. No credit card. Just great reading.