Texans Redam Patrick Mahomes, Bungkam Chiefs 20-10 dan Terus Menempel di Puncak AFC South

AI-assistedNewsFrasa

6 Min to read

Houston Texans memanfaatkan pertahanan terbaik NFL musim ini untuk melakukan sesuatu yang nyaris mustahil: membuat Patrick Mahomes terlihat biasa saja di depan publik Arrowhead yang biasanya angker bagi tim tamu. C.J. Stroud melempar untuk 203 yard dan satu touchdown, sementara unit defensif Texans memaksa Mahomes menyelesaikan hanya 14 dari 33 operan untuk 160 yard tanpa touchdown dan tiga intersepsi dalam kemenangan 20-10 atas Kansas City Chiefs pada laga Sunday Night Football di Kansas City. Hasil ini memperpanjang rekor menang Texans menjadi lima laga beruntun dan menjaga mereka tetap hanya satu game di belakang Jacksonville Jaguars dalam perburuan gelar AFC South.

blue and red star flag

Image Illustration. Photo by Joshua J. Cotten on Unsplash

Pertahanan Bersejarah: Cara Texans ‘Mematikan’ Mahomes

Di tengah narasi liga yang kian ofensif, Texans membangun identitas yang berlawanan: pertahanan yang disiplin, fisikal, dan sangat konsisten menekan permainan udara lawan. Kemenangan di Kansas City menjadi puncak terbaru dari tren itu. Dalam 13 pertandingan pertama musim ini, Houston menjadi satu-satunya tim dalam 40 tahun terakhir yang menahan semua lawannya di bawah 225 yard passing per pertandingan—a preseden historis di era yang sangat berpihak pada permainan passing.

Terhadap Mahomes, yang selama ini dikenal sebagai quarterback paling berbahaya di liga, Texans tidak hanya menurunkan produktivitasnya—mereka memaksanya tampil dalam salah satu pertandingan terburuk sepanjang kariernya. Mahomes selesai dengan completion rate 42,4 persen (14/33) untuk 160 yard serta tiga intersepsi, angka yang disebut sejumlah analis sebagai penampilan terburuknya dari sisi akurasi dan efisiensi di satu pertandingan NFL. Menurut data "NFL on CBS", ini adalah pertama kalinya Mahomes melempar tiga intersepsi tanpa satu pun touchdown dalam karier profesionalnya.

Kunci keberhasilan Texans terletak pada kombinasi tekanan garis depan dan coverage ketat di level sekunder. Edge rusher muda seperti Will Anderson Jr. secara konsisten memaksa Mahomes keluar dari ritme, sementara pemain belakang seperti Jalen Pitre dan Azeez Al-Shaair memanfaatkan peluang untuk merebut bola. Salah satu intersepsi menentukan terjadi di kuarter keempat ketika Mahomes mencoba memaksakan umpan di tengah lapangan, hanya untuk dibaca dengan sempurna oleh pertahanan Houston.

Stroud Efisien, Collins Eksplosif di Udara

Di sisi ofensif, Texans tidak tampil spektakuler, tetapi cukup klinis untuk memanfaatkan celah di pertahanan Chiefs. C.J. Stroud, yang memasuki musim ini sebagai salah satu rising star di posisi quarterback, menyelesaikan laga dengan 203 yard passing dan satu touchdown, tanpa intersepsi. Angka itu tidak mencolok, namun menunjukkan kematangan dalam mengelola permainan tandang dengan atmosfer tekanan tinggi di Arrowhead.

Target utamanya malam itu adalah Nico Collins, yang menegaskan statusnya sebagai receiver nomor satu di Houston. Collins hanya mencatat empat tangkapan, tetapi mengubahnya menjadi 121 yard—rata-rata lebih dari 30 yard per tangkapan. Beberapa big play-nya di situasi third down mematahkan momentum Chiefs dan membantu Texans mengontrol posisi lapangan sepanjang laga. Secara keseluruhan, Texans rata-rata menghasilkan sekitar 5,2 yard per play, dibandingkan 4,2 yard per play milik Kansas City—selisih satu yard per permainan yang, dalam pertandingan ketat seperti ini, menjadi garis tipis antara menang dan kalah.

Touchdown penentu datang dari permainan lari. Running back Dare Ogunbowale menembus end zone di kuarter keempat untuk memberikan keunggulan yang tidak lagi mampu dikejar Chiefs. Skor itu melengkapi paket permainan seimbang Texans—passing cukup untuk meregang pertahanan, dan lari cukup efektif untuk menghabiskan waktu dan menjaga Mahomes tetap di pinggir lapangan.

Chiefs Terpuruk: Cedera, Drop, dan Kesalahan Kritis

Bagi Kansas City, kekalahan ini menjadi cerminan problem berlapis yang menghantui mereka sepanjang musim. Mahomes beroperasi di belakang garis ofensif yang terkuras cedera—Chiefs turun hingga ke offensive tackle string keempat setelah Josh Simmons masuk daftar cedera (IR), Jawaan Taylor absen, dan Wanya Morris mengalami cedera lutut pada permainan pertama. Di lini belakang, cornerback top Trent McDuffie juga harus meninggalkan pertandingan karena cedera lutut. Namun, bahkan Mahomes mengakui bahwa faktor utama kekalahan bukan hanya cedera, melainkan pola kesalahan berulang: penalti di momen penting, drop pass pada situasi krusial, dan kegagalan proteksi di third down.

Salah satu momen kunci terjadi ketika Chiefs tertinggal 17-10, dengan sekitar enam menit tersisa dan menguasai bola di garis 35 yard sendiri. Setelah dua lari Kareem Hunt dihentikan, Mahomes gagal menyambungkan operan di third down. Di fourth-and-short, alih-alih melakukan punt, Andy Reid memilih untuk mencoba konversi. Rashee Rice semestinya menambah nyawa drive itu, tetapi bola yang seharusnya mudah ditangkap justru terlepas dari genggamannya. Texans kemudian memanfaatkan field position bagus tersebut untuk menambah field goal dan mengunci kemenangan 20-10.

Secara total, Chiefs ditahan hanya pada 10 poin—output terendah mereka musim ini—dan hanya menghasilkan 4,2 yard per play, jauh di bawah standar serangan yang beberapa kali mengantar mereka ke Super Bowl dalam enam tahun terakhir.

Dampak Klasemen: Texans Naik, Chiefs di Ujung Tanduk

Kemenangan di Kansas City bukan sekadar pernyataan simbolis bahwa Texans siap bersaing dengan para raksasa AFC, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap playoff picture. Dengan catatan 8-5, Houston kini merangkak ke peringkat ketujuh atau wild card terakhir AFC, sekaligus tetap hanya tertinggal satu kemenangan dari Jacksonville Jaguars di puncak AFC South. Jadwal sisa yang relatif bersahabat—kemungkinan menghadapi quarterback seperti Jacoby Brissett, Kenny Pickett, Justin Herbert, dan Riley Leonard—membuka jalan bagi Texans untuk menutup musim reguler dengan momentum kuat jika pertahanan mereka tetap konsisten di level elit.

Sebaliknya, bagi Chiefs, kekalahan ini dapat menjadi titik balik yang pahit. Rekor 6-7 adalah yang terburuk bagi Kansas City melalui 13 pertandingan sejak start 2-11 pada musim 2012, jauh sebelum era Mahomes dimulai. Peluang mereka mempertahankan gelar AFC West praktis habis, sementara kans wild card menurun drastis dan kini bergantung pada kombinasi kemenangan beruntun mereka sendiri serta kekalahan tim-tim pesaing langsung di konferensi.

Texans Sebagai Penantang Serius AFC?

Jika ada satu pelajaran besar dari malam di Arrowhead ini, itu adalah fakta bahwa Texans bukan lagi sekadar cerita kejutan yang manis. Mereka adalah tim dengan identitas yang jelas: quarterback muda yang tenang dan efisien, receiving corps yang mampu menghasilkan big play, serta pertahanan yang saat ini secara statistik berada di papan atas liga—khususnya dalam mengunci permainan passing lawan.

Menahan Mahomes di angka 160 yard tanpa touchdown dan memaksanya melempar tiga intersepsi—sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya—akan menjadi cuplikan yang terus diputar ketika narasi mengenai kebangkitan Texans musim 2025 dibicarakan di kemudian hari. Di tengah persaingan ketat AFC South dan papan atas konferensi yang diisi nama-nama seperti Baltimore Ravens dan Buffalo Bills, kemenangan di Kansas City ini menjadi bukti bahwa Texans punya formula untuk bersaing di laga-laga besar bulan Januari nanti—dengan satu syarat: mereka harus terlebih dulu menyelesaikan pekerjaannya di bulan Desember.

You've reached the juicy part of the story.

Sign in with Google to unlock the rest — it takes 2 seconds, and we promise no spoilers in your inbox.

Free forever. No credit card. Just great reading.