Badai Salju Ganggu Aktivitas Belajar: Sejumlah Distrik di Minnesota Tunda dan Batalkan Sekolah

AI-assistedNewsFrasa

6 Min to read

Sejumlah distrik sekolah di Minnesota membatalkan atau menunda awal kegiatan belajar mengajar setelah badai musim dingin membawa salju lebat dan angin kencang ke berbagai wilayah negara bagian pada Selasa malam hingga Rabu pagi waktu setempat. Badai ini menurunkan salju hingga lebih dari 9 inci (sekitar 23 cm) di kawasan Minneapolis–St. Paul International Airport, dengan hembusan angin yang memicu kondisi whiteout di beberapa ruas jalan utama. Akibatnya, puluhan distrik mengumumkan hari belajar jarak jauh, penundaan dua jam, atau penutupan total demi keselamatan siswa dan staf.

a snow covered park with trees and benches

Image Illustration. Photo by Gary Fultz on Unsplash

Dampak Langsung: Penutupan dan Penundaan di Puluhan Distrik

Laporan penutupan dan penundaan sekolah datang dari berbagai penjuru Minnesota, terutama di bagian selatan dan barat daya negara bagian. CBS Minnesota mencatat bahwa puluhan distrik di Blue Earth, Jackson County, Madelia, Maple River, Martin County, Mountain Lake, St. James, dan Windom melaporkan penutupan atau penundaan pada hari Kamis setelah badai salju pada hari sebelumnya.

Stasiun televisi lokal lain, FOX 9 Minneapolis–St. Paul, juga melaporkan daftar panjang penutupan dan jadwal pulang cepat di berbagai distrik ketika sistem badai diperkirakan membawa beberapa inci salju dan kondisi berkendara yang berbahaya di Minnesota selatan. Distrik besar seperti Anoka-Hennepin, salah satu distrik dengan jumlah siswa terbanyak di Minnesota, dalam peristiwa badai sebelumnya juga memilih untuk menutup sekolah selama dua hari penuh dan membatalkan seluruh kegiatan sore dan malam hari ketika prakiraan menyebut potensi akumulasi salju 14–24 inci di beberapa bagian negara bagian. Pola kebijakan serupa kembali terlihat dalam badai kali ini.

Salju Lebat dan Angin Kencang: Gambaran Badai Terbaru

Badai musim dingin yang memicu penutupan sekolah ini merupakan bagian dari pola cuaca ekstrem yang melanda kawasan Upper Midwest pada akhir musim gugur dan awal musim dingin. Di Twin Cities dan sekitarnya, salju mulai turun sejak malam hari dan berlanjut hingga jam-jam sibuk pagi, menimbulkan visibilitas rendah dan jalanan yang licin. Layanan Cuaca Nasional mengeluarkan Winter Storm Warning dan Blizzard Warning untuk sebagian besar Minnesota selatan dan barat daya, dengan hembusan angin yang dapat mencapai 40–45 mil per jam (64–72 km/jam) sehingga meningkatkan risiko snowdrift dan whiteout di jalan bebas hambatan.

MPR News melaporkan bahwa pada Maret 2025, badai serupa dengan peringatan blizzard menyebabkan penutupan sekolah dan perjalanan yang sangat sulit di bagian selatan negara bagian, termasuk laporan kondisi jalan yang tertutup salju tebal dan terguyur hembusan angin kuat. Data historis menunjukkan bahwa badai awal Maret 2025 di Amerika Utara, yang juga memukul kawasan Upper Midwest, menghasilkan hembusan angin hingga 105 mil per jam dan menurunkan salju setinggi 24 inci di beberapa lokasi, menggambarkan betapa ekstremnya sistem badai di kawasan ini dalam beberapa tahun terakhir.

Keamanan Siswa Jadi Pertimbangan Utama

Keputusan menutup sekolah pada umumnya diambil menjelang dini hari, setelah otoritas pendidikan dan pejabat distrik mengevaluasi kondisi cuaca, jarak pandang, dan kelayakan perjalanan bus sekolah. Minneapolis Public Schools, misalnya, menyatakan bahwa keputusan untuk menutup sekolah penuh biasanya diambil paling lambat pukul 05.30 pagi, dengan mempertimbangkan keselamatan siswa dan staf, tingkat keparahan cuaca, serta kemampuan bus dan kendaraan pribadi untuk melintas dengan aman.

Dalam pedoman cuaca buruknya, distrik tersebut juga menggarisbawahi bahwa jika sekolah ditutup atau dialihkan ke e-learning, seluruh bangunan sekolah tidak dibuka untuk publik dan semua kegiatan setelah jam sekolah dibatalkan. Pendekatan serupa diterapkan banyak distrik di Minnesota sebagai standar prosedur ketika cuaca tidak memungkinkan transportasi yang aman bagi anak-anak.

E-Learning, Penundaan Dua Jam, dan Fleksibilitas Akademik

Sejak pandemi COVID-19, banyak distrik di Minnesota mengembangkan model pembelajaran jarak jauh yang dapat dengan cepat diaktifkan saat badai salju. Minneapolis Public Schools, misalnya, mengombinasikan hari libur penuh dengan hari e-learning untuk memastikan pemenuhan jam instruksional minimum yang diwajibkan negara bagian. Dalam peristiwa badai besar sebelumnya, Minneapolis mengumumkan beberapa hari e-learning berturut-turut, sementara St. Paul Public Schools menggunakan campuran hari belajar jarak jauh dan satu hari "snow day" penuh, memanfaatkan ketentuan hukum yang memperbolehkan hingga lima hari e-learning per tahun karena cuaca ekstrem.

Di Duluth, setelah tahun dengan rekor salju, distrik memutuskan untuk kembali menerapkan opsi penundaan dua jam, yang sebelumnya sempat dihapus dari prosedur cuaca buruk. Langkah ini memungkinkan sekolah tetap buka, namun memberi waktu tambahan bagi layanan transportasi dan orang tua untuk menyesuaikan diri dengan kondisi jalanan yang berbahaya. Opsi penundaan tersebut mencakup penggeseran seluruh jadwal mulai sekolah, penghapusan layanan sarapan sekolah, dan pembatalan kelas prasekolah di pagi hari, sementara kegiatan sore dan kegiatan komunitas tetap berjalan normal.

Tren Badai Musim Dingin di Minnesota dan Tantangan ke Depan

Minnesota bukan orang baru dalam menghadapi badai salju, namun beberapa tahun terakhir menunjukkan pola musim dingin yang kian tidak menentu. Badai awal Maret 2025 yang berskala regional di Amerika Utara, misalnya, memicu 39 tornado, menimbulkan kerusakan hingga 2,5 miliar dolar AS, dan menyebabkan lebih dari 423.000 pelanggan listrik mengalami pemadaman, menggambarkan bagaimana satu sistem badai dapat menggabungkan salju lebat, angin kencang, dan cuaca parah lain dalam satu rangkaian peristiwa.

Di tingkat lokal, laporan MPR News beberapa kali menyoroti bagaimana badai di akhir musim, misalnya pada April 2025, dapat tetap menutup atau menunda sekolah di berbagai wilayah Minnesota ketika salju tebal dan angin kencang masih terjadi meski kalender menunjukkan awal musim semi. Pola ini menambah tekanan pada distrik untuk menyusun kalender akademik yang cukup fleksibel, dengan cadangan hari sekolah tambahan dan rencana e-learning yang matang.

Konsekuensi bagi Keluarga dan Komunitas

Bagi banyak keluarga, keputusan mendadak untuk menutup atau menunda sekolah berarti penyesuaian besar: orang tua harus mengatur ulang jadwal kerja, mencari pengasuhan darurat, dan memastikan anak-anak tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh jika e-learning diaktifkan. Distrik-distrik seperti Minneapolis dan St. Paul menekankan pentingnya komunikasi cepat melalui telepon otomatis, SMS, surel, situs web, dan media sosial, sehingga keluarga memiliki cukup waktu untuk merencanakan hari mereka di tengah cuaca ekstrem.

Namun, penutupan sekolah juga dapat memperlebar kesenjangan, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah dan siswa yang mengandalkan makan siang sekolah atau akses internet di kampus. Beberapa distrik bekerja sama dengan pemerintah kota dan organisasi komunitas untuk menyediakan sumber daya tambahan, termasuk informasi tentang pantry makanan dan titik akses Wi-Fi publik, ketika gedung sekolah harus ditutup karena badai musim dingin.

Penutup: Antara Keselamatan dan Kontinuitas Pendidikan

Badai salju terbaru yang memaksa distrik-distrik di Minnesota untuk menunda atau membatalkan awal kelas menegaskan kembali dilema tahunan di negara bagian bersalju: bagaimana menyeimbangkan keselamatan fisik siswa dan staf dengan kebutuhan untuk menjaga kontinuitas pendidikan. Dengan infrastruktur e-learning yang makin mapan dan prosedur cuaca buruk yang terus diperbarui, banyak distrik kini memiliki lebih banyak opsi dibanding satu dekade lalu.

Meski demikian, selama badai musim dingin terus membawa salju tebal dan angin kencang ke wilayah Upper Midwest, keputusan cepat untuk menutup atau menunda sekolah kemungkinan akan tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan pendidikan di Minnesota—sebuah penyesuaian musiman yang sudah lama akrab bagi warganya, namun kini datang dengan kompleksitas baru di era pembelajaran digital.

You've reached the juicy part of the story.

Sign in with Google to unlock the rest — it takes 2 seconds, and we promise no spoilers in your inbox.

Free forever. No credit card. Just great reading.