Update Klasemen Medali SEA Games 2025: Indonesia Raih 31 Emas, Salip Vietnam

AI-assistedNewsFrasa

6 Min to read

Kontingen Indonesia menorehkan tonggak penting di SEA Games 2025 Thailand dengan menembus posisi kedua klasemen sementara medali setelah mengumpulkan 31 emas dan berhasil menyalip Vietnam dalam perebutan peringkat kedua kawasan. Menurut data resmi Komite Olimpiade Indonesia (KOI), hingga Sabtu malam, 13 Desember 2025, Merah Putih mengoleksi 31 medali emas, 45 perak, dan 39 perunggu, melampaui Vietnam yang berada di posisi ketiga dengan 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu.

Lompatan ke Peringkat Dua: Angka-Angka Kunci

Perubahan peta persaingan di papan klasemen terjadi cukup dramatis. Sebelum Sabtu malam, Vietnam sempat berada di depan Indonesia dalam perburuan medali emas. Namun rentetan emas yang dipanen dari cabang panjat tebing, atletik, taekwondo, judo, angkat besi, hingga tenis membuat Indonesia melesat ke posisi kedua.

Berdasarkan rilis resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Indonesia menutup hari Sabtu dengan koleksi 31 emas, 45 perak, dan 39 perunggu, sementara Vietnam tertahan dengan 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu. Di posisi puncak, tuan rumah Thailand masih dominan dengan 94 emas, 59 perak, dan 35 perunggu, mencerminkan kekuatan menyeluruh di berbagai cabang olahraga.

Data serupa juga tercermin dalam klasemen yang dirilis sejumlah media kawasan. Laporan harian olahraga regional mencatat bahwa Indonesia kini menjadi pesaing utama Thailand dalam perburuan posisi puncak, sementara Vietnam harus puas turun ke peringkat ketiga setelah sempat lama menjadi langganan dua besar SEA Games dalam beberapa edisi terakhir.

Panjat Tebing, Atletik, Taekwondo, Judo, dan Tenis Jadi Motor Kenaikan

Lompatan Indonesia di klasemen tidak datang tiba-tiba. Ada deretan cabang olahraga yang menjadi motor penggerak tambahan medali emas di hari yang sama, terutama dari nomor-nomor yang selama ini memang menjadi andalan Merah Putih.

Dari panjat tebing, dua emas datang dari nomor speed putra dan putri lewat Puja Lestari dan Antasyafi Robby Al Hilmi yang menguasai dinding lomba di Bangkok. Dua emas ini melanjutkan tradisi panjat tebing sebagai lumbung emas Indonesia di level Asia Tenggara, setelah sebelumnya juga mendominasi nomor-nomor speed di berbagai kejuaraan internasional.

Di lintasan atletik, Maria Londa kembali menunjukkan kelasnya di nomor lompat jangkit dengan mengalahkan atlet tuan rumah Parinya Chuaimaroeng dan mempersembahkan satu emas penting bagi kontingen Indonesia. Atletik sendiri menjadi salah satu cabang yang kerap menjadi barometer kekuatan olahraga suatu negara di ajang multievent.

Tambahan emas lain datang dari cabang taekwondo melalui Arya Danu Susilo di nomor 74 kg putra, serta dari judo lewat I Made Sastra Dharma di kelas 90 kg putra. Di angkat besi, Luluk Diana juga mempertegas dominasi lifter putri Indonesia dengan meraih emas di kelas 48 kg putri yang menambah koleksi emas kontingen.

Dari lapangan tenis, tim putra yang diperkuat Christopher Rungkat dkk sukses menyabet emas beregu, disusul tim putri yang juga mengamankan emas di nomor beregu putri. Dua emas dari tenis ini dinilai menjadi salah satu penentu dalam mengunci posisi Indonesia di peringkat kedua pada penghujung hari.

Konfirmasi Resmi: Indonesia Resmi Salip Vietnam

Perubahan posisi di klasemen juga dikonfirmasi oleh Komite Olimpiade Indonesia dan sejumlah otoritas resmi olahraga. Dalam pernyataan yang dikutip di laman resmi Kemenpora, disebutkan bahwa Indonesia mengumpulkan 31 emas, 45 perak, dan 39 perunggu, sementara Vietnam berada tepat di bawahnya dengan 30 emas, 27 perak, dan 53 perunggu.

Laporan serupa datang dari pemberitaan kantor berita nasional yang mencatat Indonesia berada di peringkat kedua dengan 31 emas, 46 perak, dan 41 perunggu, sementara Vietnam berada di posisi ketiga dengan 30 emas, 27 perak, dan 54 perunggu. Perbedaan angka perak dan perunggu ini mencerminkan pembaruan data klasemen yang terus bergerak, namun konsisten menunjukkan pola yang sama: Indonesia unggul satu emas dari Vietnam dan berhak menempati posisi kedua.

Thailand Masih Perkasa di Puncak, Persaingan Ketat di Papan Tengah

Di saat Indonesia dan Vietnam saling kejar untuk posisi kedua, Thailand sejauh ini masih terlalu kuat untuk diganggu di puncak klasemen. Tuan rumah tercatat mengoleksi 92 hingga 94 emas dengan total medali mendekati atau melampaui 190 keping, jauh meninggalkan para pesaing terdekatnya di kawasan. Dominasi Thailand diperkuat oleh kekuatan merata di cabang-cabang seperti atletik, renang, olahraga tradisional, dan beberapa nomor bela diri.

Di papan tengah, persaingan juga tak kalah sengit. Singapura, Filipina, dan Malaysia saling bergantian menempati posisi empat hingga enam dengan selisih medali yang relatif tipis. Singapura tercatat mengumpulkan sekitar 19 emas, 19 perak, dan 26 perunggu, sementara Filipina dan Malaysia sama-sama mengoleksi 15 emas dengan perbedaan di jumlah perak dan perunggu.

Target 80 Emas dan Tantangan di Sisa Kompetisi

Meski berhasil naik ke posisi kedua, perjuangan Indonesia di SEA Games 2025 masih jauh dari kata selesai. Pemerintah melalui Kemenpora sebelumnya memasang target ambisius yakni meraih 80 medali emas di Bangkok dan Chonburi. Dengan perolehan 31 emas hingga 13 Desember, artinya Indonesia masih membutuhkan sekitar 49 emas tambahan untuk menembus target yang dicanangkan.

SEA Games 2025 sendiri dijadwalkan berlangsung hingga 20 Desember, memberi ruang waktu sekitar satu pekan bagi para atlet Indonesia untuk menambah pundi-pundi medali. Cabang-cabang besar seperti bulu tangkis, bola voli, serta beberapa nomor beladiri dan olahraga air yang tradisionalnya menjadi lumbung emas Indonesia, masih belum seluruhnya dipertandingkan atau belum memasuki fase final.

Konteks Historis: Melampaui Capaian Edisi Sebelumnya?

Di luar pergeseran harian di klasemen, performa Indonesia di SEA Games 2025 juga menarik bila dibandingkan dengan edisi sebelumnya. Pada SEA Games 2023 di Kamboja, Indonesia finis di peringkat ketiga dengan 87 emas. Target 80 emas di Thailand tahun ini pada dasarnya dipatok sedikit di bawah capaian 2023, namun dengan ambisi memperbaiki peringkat menjadi dua besar klasemen.

Kemajuan sementara yang sudah membawa Indonesia menyalip Vietnam dan menempati posisi kedua memperlihatkan bahwa strategi pemilihan cabang dan pembinaan atlet mulai membuahkan hasil. Penguatan di cabang-cabang non-tradisional seperti judo, wushu, hingga olahraga panjat tebing yang relatif baru di SEA Games, menjadi bagian dari diversifikasi sumber medali yang strategis bagi Indonesia di level Asia Tenggara.

Penutup: Satu Langkah Maju, Jalan Masih Panjang

Naiknya Indonesia ke peringkat kedua klasemen sementara SEA Games 2025 dengan 31 medali emas dan keberhasilan menyalip Vietnam bukan sekadar soal angka di tabel medali. Perubahan posisi ini mencerminkan kombinasi kesiapan teknis atlet, strategi pemilihan nomor, hingga dukungan organisasi dan pendanaan yang lebih terarah dalam beberapa tahun terakhir.

Dengan jadwal pertandingan yang masih padat hingga 20 Desember, tantangan utama kontingen Merah Putih adalah menjaga konsistensi performa serta memaksimalkan peluang di cabang-cabang unggulan yang belum dipertandingkan. Apakah Indonesia mampu mempertahankan posisi kedua—atau bahkan mendekat ke Thailand di puncak klasemen—akan sangat ditentukan oleh hasil-hasil krusial dalam beberapa hari ke depan.

You've reached the juicy part of the story.

Sign in with Google to unlock the rest — it takes 2 seconds, and we promise no spoilers in your inbox.

Free forever. No credit card. Just great reading.