Lebih dari 50 Kasus Tuberkulosis Laten Terdeteksi di Sekolah Menengah San Francisco

AI-assistedNewsFrasa

4 Min to read

Departemen Kesehatan Masyarakat San Francisco mengonfirmasi penemuan lebih dari 50 kasus tuberkulosis (TB) laten di sebuah sekolah menengah atas di kota tersebut. Wabah ini memicu kekhawatiran besar di kalangan orang tua, siswa, dan pejabat kesehatan masyarakat, serta mendorong pelaksanaan skrining massal dan upaya pencegahan penyebaran yang lebih luas.

Penemuan kasus-kasus ini menandai salah satu wabah TB terbesar yang pernah terjadi di lingkungan sekolah San Francisco dalam beberapa tahun terakhir. Pihak berwenang kini bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan semua individu yang terpapar mendapat perawatan yang tepat dan mencegah perkembangan menjadi TB aktif.

Apa itu Tuberkulosis Laten?

Tuberkulosis laten berbeda dengan TB aktif dalam beberapa aspek penting. Pada TB laten, bakteri Mycobacterium tuberculosis berada dalam tubuh seseorang tetapi dalam keadaan tidak aktif. Individu dengan TB laten tidak menunjukkan gejala dan tidak dapat menularkan penyakit kepada orang lain.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 13 juta orang di Amerika Serikat memiliki infeksi TB laten. Tanpa pengobatan yang tepat, sekitar 5-10% orang dengan TB laten akan mengembangkan TB aktif pada suatu waktu dalam hidup mereka.

Detail Wabah di San Francisco

Wabah ini pertama kali terdeteksi ketika seorang siswa didiagnosis dengan TB aktif. Hal ini memicu investigasi kontak dan skrining massal yang melibatkan ratusan siswa, guru, dan staf sekolah. Proses skrining dilakukan menggunakan tes kulit tuberkulin (TST) dan interferon-gamma release assays (IGRA).

Departemen Kesehatan San Francisco melaporkan bahwa lebih dari 300 orang telah diskrining dalam upaya pencegahan penyebaran ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 50 individu dinyatakan positif memiliki TB laten, menjadikan ini salah satu cluster TB terbesar yang pernah tercatat di lingkungan pendidikan kota tersebut.

Respons Kesehatan Masyarakat

Pejabat kesehatan masyarakat San Francisco telah mengambil langkah-langkah komprehensif untuk menangani situasi ini. Dr. Susan Philip, Director of Disease Prevention and Control untuk Departemen Kesehatan San Francisco, menekankan pentingnya tindakan cepat dalam situasi seperti ini.

Semua individu yang dinyatakan positif TB laten akan menerima pengobatan pencegahan untuk mencegah perkembangan menjadi TB aktif. Pengobatan ini biasanya berlangsung selama 3-9 bulan tergantung pada rejimen yang dipilih dan kondisi individu.

"Kami bekerja sama erat dengan sekolah untuk memastikan semua orang yang mungkin terpapar mendapat evaluasi dan perawatan yang tepat. TB laten dapat diobati dengan efektif, dan tujuan kami adalah mencegah perkembangan menjadi penyakit aktif," kata juru bicara Departemen Kesehatan San Francisco.

Tantangan TB di California

California memiliki tingkat kasus TB tertinggi di Amerika Serikat, dengan lebih dari 2.000 kasus dilaporkan setiap tahunnya. San Francisco, sebagai kota dengan kepadatan penduduk tinggi dan populasi imigran yang besar, menghadapi tantangan khusus dalam pengendalian TB.

Data dari California Department of Public Health menunjukkan bahwa tingkat insiden TB di San Francisco adalah sekitar 7,8 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2022, jauh lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 2,4 kasus per 100.000 penduduk.

Langkah Pencegahan dan Edukasi

Sekolah telah bekerja sama dengan pihak berwenang untuk meningkatkan protokol kesehatan dan memberikan edukasi kepada komunitas sekolah tentang TB. Ini termasuk:

  • Peningkatan ventilasi ruangan dan kualitas udara di dalam gedung sekolah

  • Program edukasi untuk siswa, orang tua, dan staf tentang gejala TB dan pentingnya skrining

  • Pembentukan sistem monitoring kesehatan yang lebih ketat

  • Koordinasi dengan layanan kesehatan masyarakat untuk follow-up jangka panjang

Dampak pada Komunitas Sekolah

Wabah ini telah menciptakan kekhawatiran yang dapat dimengerti di kalangan orang tua dan siswa. Pihak sekolah telah mengadakan beberapa sesi informasi publik untuk menjelaskan situasi dan menjawab pertanyaan komunitas. Penting untuk dicatat bahwa TB laten tidak menular dan dengan pengobatan yang tepat, risiko berkembang menjadi TB aktif dapat diminimalkan secara signifikan.

Menurut penelitian epidemiologi, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat penularan TB karena kontak dekat dan berkelanjutan antara individu dalam ruang tertutup. Namun, dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, penyebaran dapat dikontrol secara efektif.

Perspektif Jangka Panjang

Kasus ini menekankan pentingnya sistem surveillance kesehatan yang kuat di lingkungan pendidikan. Para ahli kesehatan masyarakat menggunakan kejadian ini sebagai pembelajaran untuk memperkuat protokol deteksi dini dan respons wabah di masa depan.

Program eliminasi TB yang dipromosikan oleh CDC bertujuan untuk mengurangi insiden TB di Amerika Serikat menjadi kurang dari 1 kasus per juta penduduk pada tahun 2035. Penanganan wabah seperti ini merupakan bagian penting dari upaya tersebut.

Dengan pengobatan yang tepat dan kepatuhan yang baik, sebagian besar individu dengan TB laten dapat mencegah perkembangan menjadi penyakit aktif. Pihak berwenang terus memantau situasi dan berkomitmen untuk memberikan dukungan kesehatan yang diperlukan kepada semua individu yang terdampak dalam wabah ini.

You've reached the juicy part of the story.

Sign in with Google to unlock the rest — it takes 2 seconds, and we promise no spoilers in your inbox.

Free forever. No credit card. Just great reading.